Tampilkan postingan dengan label Seseorang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seseorang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Daniel Sahuleka, penyanyi Belanda berdarah Ambon


Daniel Sahuleka in Just Alvin (Gloval TV)
Daniel Sahuleka in Just Alvin (Gloval TV)

Daniel Sahuleka (lahir di Semarang, 6 Desember 1950; umur 59 tahun) adalah seorang penyanyi Belanda yang berdarah Ambon, Indonesia. Ia tinggal di Winterswijk, dimana bakat menyanyi dicuatkan oleh Rudy Bennett. Daniel tidak banyak menerbitkan album. Beberapa lagunya yang terkenal di Indonesia antara lain adalah You Make My World So Colorful yang muncul pada awal 1980-an sebagai salah satu lagu dalam album Daniel Sahuleka (1977), serta “Don’t Sleep Away This Night” (lagu darinya yang saya sukai, jika mau bisa di download DISINI ) yang merupakan single album dengan judul yang sama pada tahun 1978. Di awal kariernya sebagai penyanyi rekaman, Daniel bernaung di bawah Polydor (Netherland).
Pada tahun 1990-an ia tidak banyak membuat rekaman, kecuali beberapa konser kecil pada 1995 dan beberapa album. Pada 2004 ia menerbitkan sebuah album baru yang antara lain berisi Berdendang, yang kuat diwarnai oleh nada dari tanah leluhurnya, Maluku.
Daniel Sahuleka (lahir di Semarang, 6 Desember 1950; umur 59 tahun) adalah seorang penyanyi Belanda yang berdarah Sunda(Ibu)-Ambon(Ayah), Indonesia. Ia tinggal di Winterswijk, dimana bakat menyanyi dicuatkan oleh Rudy Bennett. Daniel tidak banyak menerbitkan album. Beberapa lagunya yang terkenal di Indonesia antara lain adalah You Make My World So Colorful yang muncul pada awal 1980-an sebagai salah satu lagu dalam album Daniel Sahuleka (1977), serta “Don’t Sleep Away The Night” yang merupakan single album dengan judul yang sama pada tahun 1978. Di awal kariernya sebagai penyanyi rekaman, Daniel bernaung di bawah Polydor (Netherland).
Pada tahun 1990-an ia tidak banyak membuat rekaman, kecuali beberapa konser kecil pada 1995 dan beberapa album. Pada 2004 ia menerbitkan sebuah album baru yang antara lain berisi Berdendang, yang kuat diwarnai oleh nada dari tanah leluhurnya, Maluku.
(sumber : id. wikipedia.org)

Sabtu, 08 September 2012

Bapak Pencipta WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait)


  Buat kamu yang pernah muda di era tahun 1980 dan 1990-an pasti kenal dengan yang namanya Lupus, tokoh fiksi karangan Hilman Hariwijaya, salah seorang penulis ternama pada masa itu. Pada awal kemunculannya, lupus adalah sebuah cerpen yang ditulis Hilman untuk majalah Hai di tahun 1986.
Cerpen Lupus ternyata mendapat respons yang sangat bagus di kalangan remaja karena ceritanya yang lucu dengan karakter-karakter yang unik. Lupus kemudian dijadikan novel yang membuatnya terkenal hingga ke seantero Indonesia bahkan sampai dengan saat ini.
Membahas tentang Lupus, rasanya tidak afdhol kalau tidak memperkenalkan sang illustrator yang telah menghadirkan Lupus secara visual ke pembaca. Beliau adalah Wedha Abdul Rasyid, seorang illustrator di majalah remaja  Hai yang juga sering disebut-sebut sebagai Bapak Illustrator Indonesia karena kontribusi dan karya-karyanya di bidang illustrasi dan seni rupa.
Profesi sebagai illustrator sudah dikerjakan Wedha yang malang melintang di media cetak sejak tahun 1970-an. Mulai 1977, ketika bergabung dengan majalah Hai, ia banyak membuat ilustrasi terutama karya-karya fiksi Arswendo Atmowiloto dan Hilman dengan Lupus-nya yang fenomenal. Di majalah itulah Wedha mengerjakan potret para tokoh dunia dari segala latar belakang: tokoh politik, musisi, seniman, sampai tokoh-tokoh fiktif.
 Pada tahun 1990, Wedha kemudian memulai style baru untuk illustrasi gambar wajah. Hal ini menurutnya dikarenakan penurunan daya penglihatan karena usia yang telah mencapai 40 tahun sehingga ia sulit menggambar wajah dalam bentuk yang realistis dan detail. Wedha kemudian mencoba illustrasi bergaya kubisme untuk gambarnya. Gaya ini kemudian tumbuh dan semakin populer sebagai bagian dari gaya popart bahkan hingga dengan saat ini. Gaya illustrasi ini disebut Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP), bahkan ada yang menyebutnya sebagai aliran Wedhaism.
Lihat karya-karya Wedha. Bentuk dan tekniknya khas, ia gambarkan wajah para tokoh itu disusun dalam mosaik warna yang dipecah menurut faset-fasetnya. Bukan dalam pengertian kubisme, tapi lebih menggabungkan ragam warna yang harmonis sehingga membentuk tokoh yang digambarkan. Meski karyanya tidak detail, namun mampu mewakili karakter wajah dengan sangat baik.
Anda akan dapat mengenali wajah-wajah mendunia, seperti Mick Jagger, Jimmy Hendrix, Jim Morrison, The Beatles, Elvis Presley, Sting, Bono, Queen, sampai tokoh politikus sebut saja JFK, Bung Karno, Indira Gandhi, Benazir Buttho, Fidel Castro, Ahmadinejad. Juga potret Rendra, Slank, Jakob Oetama, John Lennon sampai Andy Warhol. Setelah 30 tahun berkiprah dalam dunia ilustrasi Wedha mengakhiri masa kerjanya di Kompas Gramedia.
 

Sabtu, 28 Juli 2012

Kisah Kakek Yang Mengayuh Becak Dari Beijing Ke London Demi Dendukung Tim China

Chen Guan MingLuar biasa. Itulah kata yang tepat untuk dialamatkan bagi Chen Guan Ming. Betapa tidak, kakek yang berusia 57 tahun ini mengayuh becak dari Beijing (China) ke London (Inggris) demi mendukungOlimpiade London 2012 tim negeri Tirai bambu.
Pria setengah abad ini menempuh total 60.000 kilometer membelah dunia dengan melintasi 16 negara. Dan jangan salah, Chen Guan Ming yang notabene adalah seorang petani ini melewati wilayah negara yang tidak selalu adem ayem.
Ia melintasi zona perang, kawasan yang dilanda banjir, hingga pegunungan terjal menanjak bersuhu minis 30 derajat celcius. Lantas apa motivasi sesungguhnya dari petani China ini? Kisah tersebut bermula ketika Wali Kota London menerima bendera Olimpiade pada tahun 2008 silam.
Ya, Chen Guan Ming tergerak hatinya unutk mengunjungi tuan rumah berikutnya (London). Ia berangkat dari Beijing pada 23 Mei 2010 lalu dan baru sampai London pada 6 Juli 2012 silam atau hampir selama dua tahun ia mengayuh becak.
Negara-negara yang pernah dilintasi Chen Guan Ming antara lain Malaysia, Thailand, Vietnam, Pakistan, Afghanistan, dan Iran. Myanmar dan Birma menolak visanya. Dan ia sempat terperangkap cuaca buruk yang pada akhirnya membuat dirinya ‘terdampar’ di Turki.
Sesampainya di London, Chen Guan Ming dibantu oleh John Beeston yang seorang pialang. Ia akhirnya dituntun ke kawasan Pecinan London dan menceritakan pengalamannya yang membuat dirinya disambut hangat warga ibukota Inggris tersebut.
Apakah pengalaman Chen Guan Ming hanya berhenti sampai di sini? Ternyata tidak. Ia memiliki cita-cita selanjutnya menuju Rio de Janiero, Brazil, pada tahun 2016 nanti. Ya, sebab negeri ‘pabrik’ pemain bola tersebut empat tahun nanti akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2016.

SUMBER

Jumat, 27 Juli 2012

Kronologi Hidup Steve Jobs


Kita sebagai manusia yang percaya adanya Tuhan pasti tahu bahwa kematian adalah bagian dari perjalanan hidup seseorang. Kematian hanyalah soal waktu yang tidak ada satupun manusia yang bisa memprediksinya. Ini adalah rahasia Tuhan yang tidak dapat dikompromikan kapan kita akan mati. Tidak terkecuali seorang Presiden, Menteri, Anggota DPR, Walikota, Kepala Desa hingga tidak terkecuali juga seorang Steve Jobs. Steve Jobs adalah <del datetime="2011-10-06T15:20:07+00:00">mantan</del> CEO Apple, sebuah perusahaan kelas dunia yang terkenal dengan produk-produk penuh inovasi dan imajinasi. Semua itu adalah karya seorang Jobs yang dengan dinginnya mampu membangkitkan Apple dari keterpurukan perusahaan dimasa lampau.
Steve Jobs baru saja meninggalkan kita semua tanggal 5 Oktober 2011 pada usia 56 tahun. Semasa hidupnya Jobs merupakan manusia yang paling visioner dengan pemikiran yang sangat disegani oleh para kompetitor Apple. Sebut saja komputer Macintosh yang melegenda dan iPod yang fenomenal hingga produk-produk Apple lain seperti iPhone dan terakhir semasa hidupnya adalah iPad.
Berikut ini adalah foto-foto Steve Jobs selama masa hidupnya hingga akhir masa hidupnya yang Saya ambilkan dari berbagai sumber.

1955 – Steve Jobs Dilahirkan

Jobs dilahirkan oleh seorang ibu yang menikah saat masih sangat muda dan berstatus sebagai mahasiswi. Karena merasa masih muda Ibu Jobs memutuskan agar Steve diadopsi oleh orang lain. Ayah kandung Jobs bernama Abdulfattah John Jandali, seorang imigran dari Siria yang bekerja sebagai wakil presiden sebuah Casino di Nevada. Jobs di adopsi oleh Paul Jobs dan Clara yang menjadi orang tuanya dan mulai saat itulah Jobs tidak pernah bertemu orang tua kandungnya. Dalam beberapa kali wawancara dengan media, Jobs tidak pernah mau membicarakan hal tersebut.
Paul Jobs adalah seorang profesor ilmu politik yang telah berusia 80 tahun dan hingga saat ini masih bekerja dan menolak untuk pensiun. Paul Jobs adalah seorang “workaholic” sama dengan anaknya yang sangat kuat bekerja keras.

1972 – Drop-out Dari Sekolah

Steve Jobs muda lulus dari sekolah tinggi dan langsung mendaftar kursus di Reed College di Portland, Oregon. Selama kursus tersebut Jobs tidak mengetahui apa yang harus Ia lakukan dan Ia juga telah menghabiskan uang orang tuanya untuk membiayainya. Hingga akhirnya Jobs memutuskan untuk tidak menyelesaikan pendidikan kursus tersebut dan hanya sempat mengikuti pendidikan selama 1 semester saja.
Kesulitan keuangan tidak menghentikan niatnya untuk belajar dan bergabung kembali dengan Reed College untuk belajar Auditing. Dia bekerja keras membiayai hidupnya dengan cara mengumpulkan botol Coke dan menjualnya untuk memenuhi makan dan minumnya sehari-hari. Jobs juga merupakan salah satu orang yang selalu datang ke sebuah rumah ibadah setempat untuk mendapatkan makan gratis setiap minggunya.

1972 – Pekerjaan Pertama Jobs

Jobs mendapatkan pekerjaan pertamanya dibidang komputer bersama perusahaan Hewlett-Packard dengan status sebagai pekerja musim panas. Dari sana dia di rekrut menjadi teknisi untuk perusahaan Atari yang merupakan perusahaan pembuat console game paling terkenal saat itu. Mereka memberikan pekerjaan kepada Jobs untuk merakit papan sirkuit (circuit board) untuk mesin permainan.
Dia bekerja sama dengan Steve Wozniak (Co-Founder Apple) dan membuat chip untuk game kemudian dijual kembali ke Atari senilai $750.

1974 – Jobs Menjadi Seorang Budha

Hari-harinya di Reed College sangat mempengaruhi hidupnya hingga pada suatu ketika dia ingin menjadi seorang Budha dan pergi ke Neem Karoli Baba, di India dengan seorang beranama Dan Kottke, seorang teknisi komputer yang belakangan juga bekerja untuk Apple.
Mereka berdua ingin mencari pengalaman spiritual dan pada akhirnya benar-benar menjadi seorang penganut Budha dan kepala dicukur dan mengenakan pakaian tradisional India.

1976 – Komputer Apple Lahir

Banyak orang percaya bahwa Jobs sangat terinspirasi oleh Atari saat dia bekerja disana saat melahirkan ide komputer pertamanya. Di tahun 1976 ini bersama rekan kerjanya di HP yaitu Steve Wozniak mendirikan perusahaan bernama Apple dan merekalah orang pertama dan kedua sebagai karyawannya.
Perusahaan Apple kemudian didanai oleh seorang investor malaikat pembawa kebetuntungan bernama Armas Clifford Markkula yang memberikan uang sebesar $250.000 dollar.

1983 – Tahun Mengejutkan Bagi Apple

Apple mempekerjakan seorang bernama Mike Scott yang berasal dari National Semiconductor untuk melayani sebagai CEO. Jobs kemudian menggaet John Sculley yang memiliki jabatan sebagai presiden dan wakil presiden perusahaan Pepsi-Cola untuk menjadi CEO Apple. Hal ini menimbulkan pertanyaan yang sangat menarik:
“Apakah Anda akan membuat air gula untuk selamanya? atau Anda akan bergabung dengan Saya untuk mengubah dunia”
Selama tahun ini John Sculley berhasil meningkatkan penjualan sebesar 800 juta dollar menjadi 8 milyar dollar. Pada tahun 1987 Sculley adalah seorang eksekutiv dengan bayaran tertinggi di Sillicon Valley dengan bayaran 2,2 juta dollar pertahun.

1984 – Jobs Mengenalkan Macintosh

Legenda inovasi Steve Jobs baru saja dimulai dengan memperkenalkan komputer Macintosh ke seluruh dunia. Inovasi ini menjadikan Mac sebagai komputer kecil komersial pertama yang sangat sukses dengan tampilan grafis (Graphical User Interface – GUI). Belakangan pengembangan Mac diambil alih oleh Jobs secara langsung.
Perkembangan Macintosh sangatlah baik pada masa-masa itu, namun sebuah bencana besar selalu mengganggu hati Jobs sebagai pencetus ide komputer tersebut.

1985 – Jobs Dipecat dari Apple

Tahun 1985 merupakan tahun yang paling sulit bagi Jobs. Perebutan kekuasaan pada Apple mewarnai perjalanan perusahaan yang berujung pada PHK karyawan dan pada akhirnya berpengaruh pada unit penjualan.
Sculley mencopot Jobs dari jabatan sebagai kepala divisi pengembangan Macintosh bahkan Jobs dipecat dari Apple yang notabene merupakan perusahaan yang telah didirikannya.

1985 – Jobs Mendirikan NeXT

Perjalanan inovasi Jobs tidak berhenti sampai disitu. Ia kemudian mendirikan perusahaan komputer lagi bernama NeXT dan menghasilkan komputer yang sangat canggih namun sayang pasar tidak menyukainya karena harga yang sangat mahal. Seperti saat Ia bekerja di Apple maka Jobs selalu punya obsesi untuk pengembangan dengan tujuan kesempurnaan estetika teknologi. Namun sayang komputer NeXT hanya mampu terjual hingga 50.000 unit saja.
Karena kendala produksi, pada akhirnya NeXT hanya memposisikan diri sebagai pengembang perangkat lunak dengan merilis produk bernama NeXTSTEP/Intel.

1986 – Jobs Mendirikan Pixar

Steve Jobs membeli sebuah perusahaan bernama The Graphics Group dengan harga 10 juta dollar dan menjadi perusahaan bernama Pixar seperti yang sering kita dengar hingga saat ini. Pada awalnya perusahaan ini memproduksi perangkat keras grafis namun tidak berjalan dengan baik.
Pixar kemudian dikontrak oleh Disney untuk mengerjakan proyek film-film animasi komputer, salah satu sukses kerja sama ini adalah film Toy Story, Cars, Finding Nemo, Bugs Life dan lainnya.

1996 – Jobs Bergabung Kembali dengan Apple

Apple yang mengalami serangkaian kegagalan bisnis dan inovasi melakukan pembelian NeXT dengan harapan bisa kembali membawa Jobs ke pangkuan Apple. Saat bergabung kembali, Jobs memangku jabatan sebagai interim chief executive dan langsung membuang semua proyek Apple yang tidak berguna bagi perkembangan bisnis Apple termasuk karyawan yang tidak produktif.
Ada sebuah cerita yang menggambarkan ketakutan melanda banyak karyawan Apple saat itu saat bertemu dengan Jobs di kantor Apple karena takut akan dipecat dari pekerjaannya.

2004 – Jobs Di Diagnosa Menderita Kanker Pankreas

Ada sebuah ungkapan bahwa seorang manusia yang jenius tidak pernah hidup lama di dunia. Ungkapan ini tampaknya benar dan berlaku bagi Steve Jobs yang ternyata oleh dokter terindikasi menderita kanker pada pankreas-nya. Dokter menyarankan kepadanya untuk lebih menjaga kesehatan dan memvonis hidupnya tidak lebih dari 3-6 bulan saja. Bagi Jobs hal ini merupakan sebuah kemunduran bagi cita-citanya.
Jobs mengumumkan penyakitnya pada karyawan Apple. Sekaligus saat itu dia membuat pernyataan bahwa sangat jarang tumor yang menyebabkan kanker tersebut menyebabkan kematian dan tidaklah ganas. Dia mengabaikan pengobatan konvensional seperti kemoterapi dan melakukan diet untuk melawan penyebaran penyakit.

2004 – Jobs Meninggalkan Apple untuk Pengobatan

Joba akhirnya melakukan operasi medis untuk mengobati penyakitnya. Jobs juga mengirimkan e-mail kepada karyawannya tentang perkembangan penyakitnya dan rencana untuk melakukan penyembuhan pada bulan Agustus 2004 dan berencana kembali bekerja pada bulan September. Tim Cook diangkat sebagai pengganti Jobs untuk pekerjaan sehari-hari yang dilakukan oleh Jobs, menangani divisi penjualan dan operasional untuk pertama kalinya.

2005 – Jobs Berpidato di Stanford

Jobs mendapatkan kesempatan untuk berbicara pada sebuah acara wisuda lulusan di kampus Universitas Stanford. Ada tiga hal utama yang disampaikan Jobs saat memberikan wejangan kepada para mahasiswa yang baru saja lulus. Hal pertama adalah cerita perjalanan hidupnya yang sulit, hal kedua bagaimana dia dengan susah payah membangun Apple dan NeXT hingga akhirnya dipecat dan yang ketiga adalah kehidupannya saat ini yang sedang menderita penyakit mematikan.
Pidato berakhir dengan saran dari Jobs:
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma – yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara pendapat orang lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi.

2007 – iPhone Dilahirkan

6 Bulan setelah berbicara pada sebuah wawancara di ESPN yang menyatakan bahwa ponsel saat ini sangat menyebalkan, bahwa Jobs berencana akan memasuki pasar telepon seluler dengan visi revolusioner-nya bernama iPhone.
Kehadiran iPhone ternyata bukan hanya mengubah cara orang menggunakan ponsel dan sangat laku juga memaksa para vendor ponsel raksasa lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap kuatnya pengaruh iPhone dipasaran ponsel dunia.

2009 : Jobs Menjalani Transpalansi Hati

Pada 14 Januari 2009, dalam memo internal yang dirilis Apple, Jobs menulis bahwa di minggu sebelumnya ia telah “belajar banyak dari kondisi kesehatannya yang memburuk dan isu yang lebih kompleks dari yang pernah Saya pikir pada awalnya” dan mengumumkan cuti besar selama enam bulan sampai akhir Juni 2009 untuk memungkinkan dia untuk lebih fokus pada kesehatannya. Tim Cook, yang sebelumnya bertindak sebagai CEO pada tahun 2004 saat Jobs juga pernah absen bertindak sebagai CEO Apple, dengan catatan Jobs masih terlibat dengan “keputusan strategis yang utama.”
Pada April 2009, Jobs menjalani transplantasi hati di Methodist University Hospital Transplantasi Institute di Memphis, Tennessee. Prognosis Jobs hasilnya sangat baik. Dia menggunakan hati seorang pemuda yang berumur sekitar 20 tahun.

2010 – Jobs Mengenalkan iPad

Menyusul keberhasilan luar biasa dari iPhone, Jobs mengambil langkah berisiko berikutnya untuk memperkenalkan sesuatu yang lainnya, dan mungkin produk paling revolusioner ke seluruh dunia yaitu iPad. Sekali lagi Steve Jobs mengejutkan dunia dengan perangkat yang bahkan tidak dapat dikategorikan menjadi baik komputer atau kategori smartphone, tapi keberhasilan yang mengejutkan telah sekali lagi membuktikan kekuatan visioner seorang Jobs.
Meskipun dunia ragu pada komputer tablet, Steve Jobs tetap melangkah dengan apa yang dia yakini. Pada tahun 2010, Apple meluncurkan iPad pertama mereka dan hasilnya luar biasa. iPad menjadi pemimpin pasar komputer tablet dan banyak diikuti oleh vendor lain yang membuat produk serupa namun Apple iPad tetap berjaya hingga saat ini.

2011 – Presentasi Terakhir Jobs

Ini mungkin presentasi terakhir dari Steve Jobs. Ia mengumumkan perangkat lunak IOS 5, generasi terbaru dari sistem operasi mobile Apple. Dia mendelegasikan sebagian besar presentasinya pada karyawan apple yang berbeda, hal ini cukup banyak mengisyaratkan tentang kesehatannya yang jauh memburuk.

2011 – Tim Cook, Si Penerus Jobs

Sel-sel tubuh banyak yang rusak dan tubuhpun semakin lemah. Mengetahui bahwa ia tidak bisa lagi berfungsi sebagai CEO Apple, Steve Jobs mengumumkan pengunduran dirinya, berikut kutipannya, “aku tidak bisa lagi memenuhi kewajiban dan harapan sebagai CEO Apple”.
Tim Cook secara langsung ditunjuk sebagai penggantinya, dan sekaligus berterima kasih kepada seluruh karyawan Apple telah bekerja keras dengannya selama ini.

5 Oktober 2011 – Waktunya Telah Tiba

Kita tahu ajal pasti datang, tetapi kita semua tidak mengharapkan itu datang begitu cepat dan begitu tiba-tiba. Saat ini Apple memasang foto Steve Jobs di website-nya (gambar paling atas tulisan ini), mengumumkan bahwa Steve Jobs, mantan CEO perusahaan, telah meninggal dunia. Ini menandai akhir perjalanan seorang visioner legendaris. Keluarganya, dalam sebuah pernyataan, kata Jobs “meninggal dengan tenang saat dikelilingi oleh keluarganya.”
Selamat jalan Mr. Jobs.
 

Rahasia Bill Gates Dan Bunkernya

The South Pole Telescope = Menghabiskan biaya milyaran dolar untuk melacak posisi perjalanan dari sebuah planet yang sangat penting ( yang kabarnya akan menabrak planet Bumi ) yaitu Planet X- Nibiru

Mengapa tiba-tiba pemerintahan di dunia membangun bunker yang berukuran sangat besar yang di dalamnya dipenuhi dengan bibit-bibit kehidupan ( tanaman & spesies) ?



Svalbard Doomsday Seed Vault = Investor utama dari proyek ini adalah Bill Gates dan Keluarga Rockefeller
Apakah mereka mengetahui sesuatu yang kita tidak ketahui ?


Bunker Rahasia = Didesain khusus untuk menyelamatkan para kaum elite dunia
Mereka telah merencanakan rencana keselamatan mereka sendiri, tetapi mereka tidak bisa menyelamatkan semua orang …



Phil Schneider : Dibunuh = Dia telah memberitahu dunia apa yang seharusnya dirahasiakan
Tak lama setelah itu, Phill ditemukan tewas di apartemennya …



Philip Schneider itu lahir 23 April 1947 dan meninggal dunia (banyak menganggap dibunuh) pada bulan Januari 1996. Sekarang Philip Schneider diklaim sebagai-pemerintah mantan geolog serta insinyur struktur yang dilibatkan dalam membangun pangkalan militer bawah tanah di Amerika Serikat (yang memiliki izin keamanan tingkat 3, "riolit 38").

Tidak hanya itu, tapi Philip Schneider juga mengaku ia adalah salah satu dari hanya tiga orang dapat bertahan pertempuran mematikan di mana 66 Amerika dan NATO "Delta Force" tentara tewas. Pertempuran ini diduga terjadi pada tahun 1979 antara alien Grey dan pasukan militer AS dan NATO di sebuah pangkalan bawah tanah Dulce, New Mexico



Philip Schneider, Pembunuhan Dengan Bunuh Diri?
Latar belakang Philip adalah sebagai Insinyur Struktural. Dia adalah seorang pakar bahan peledak dan pengaruhnya terhadap struktur geologi. Dia bekerja di bawah dua nomor jaminan sosial. Kebanyakan dari awal bekerja di pangkalan bawah tanah gunung dengan Morrison-Knudsen dilakukan dengan menggunakan nomor jaminan sosial yang salah.

Saya kemudian mampu membuktikan bahwa ia telah dua nomor melalui kantor jaminan sosial ketika saya diterapkan untuk manfaat kematian putrinya.

Ia bekerja untuk Army Corps of Engineers dan US Navy dengan nomor yang salah yang sama. Hanya setelah ia memperoleh SSI pada tahun 1981 melakukan "nyata" nomornya ikut bermain. Dia selalu mengatakan kepada saya bahwa ia memiliki Clearance Rhyolitic dan bahwa ayahnya memiliki Clearance Cosmic dari karyanya dengan NATO. Dan itu adalah alasan kedua mengapa Philip mulai kuliah. "

Selama dua tahun terakhir hidupnya, Schneider memberikan lebih dari 30 kuliah ke berbagai penonton di seluruh dunia, mengenai teori konspirasi di mana ia mengaku akan membocorkan informasi mengekspos mereka. Namun, Schneider tidak pernah mampu atau mau membuktikan tuduhan (misalnya menunjukkan pintu masuk ke Dulce Base). klaim-Nya menerima pemberitahuan mainstream sedikit, tetapi disebabkan cukup buzz di kalangan penggemar UFO.

Sabtu, 14 Juli 2012

Rini Sugianto Animator Utama Film “The Adventures of Tintin”

Berawal dari kecintaannya pada karakter fiksi seorang detektif remaja berjambul bernama Tintin, animator muda asal Indonesia bernama Rini Triyani Sugianto (31) sukses menembus kancah perfilman Hollywood. Rini yang saat ini bekerja sebagai animator di perusahaan WETA digital di Selandia Baru, ikut menggarap film “The Adventures of Tintin.
Sebelumnya, wanita lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California ini rela meninggalkan pekerjaan dan kehidupannya di Amerika dan pindah ke Selandia Baru, setelah mendapat tawaran untuk menggarap film yang disutradarai oleh Stephen Spielberg ini.
“WETA waktu itu lagi hiring untuk ‘Tintin’ sama ‘Rise of the Apes.’ Lalu setelah itu saya ditelepon. Katanya, ‘Mau pindah ke Selandia Baru atau nggak? Saya grew up dengan Tintin, sewaktu masih kecil baca Tintin terus. Akhirnya saya nggak bisa nolak dan pindah ke sini tahun kemarin,” tutur Rini.
Film “The Adventures of Tintin” adalah film layar lebar Hollywood pertama di mana Rini ikut menjadi salah satu animatornya. Ini merupakan prestasi yang luar biasa, tentunya juga membuat hati Rini senang.
“Waktu itu senang ya, pas diwawancara (untuk pekerjaan ini), lucunya karena saya di LA punya anjing dan Tintin ada karakter anjingnya, Snowy. (Mereka) agak-agak tertarik juga mungkin karena saya punya anjing jadi mungkin lebih tahu gerakannya anjing karena tiap hari melihat gerakannya. Senangnya dapat kesempatan untuk kerja di film sebesar Tintin. Apalagi dengan sutradaranya semacam Stephen Spielberg. Baru pertama kali ini kerja dengan sutradara terkenal,” ujarnya.
Walaupun begitu, Rini mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Stephen Spielberg.“Seminggu sekali, ada director review lewat video conference. Jadi melihatnya hanya dari video aja,” tambah Rini.
Orang Indonesia yang Terlibat
Dalam film “The Adventures of Tintin,” Rini bertindak sebagai animator dengan andil paling besar. “Kebetulan di film ini, saya mengerjain paling banyak adegannya, total ada 70 shot di film Tintin,” ujar Rini.
Selain Rini, ternyata ada orang Indonesia lain yang terlibat di film Tintin. “Saya memang salah satu animatornya. Tapi setahu saya ada beberapa orang Indonesia yang juga terlibat,” kata Rini.
Ada sekitar 800 orang yang bekerja di perusahaan ini dan rupanya ada 3 orang Indonesia lainnya yang juga bergabung dengan perusahaan ini.
“Dua orang Indonesia lainnya yang terlibat di Tintin adalah Sindharmawan Bachtiar dan Eddy Purnomo. Kita beda departemen sih. Lalu ada satu lagi Amanda Pamela, tapi saya nggak tahu dia ikutan di Tintin atau tidak,” ujarnya.
Menurut dia, Sindharmawan dan Eddy Purnomo sudah lebih dulu bekerja di Weta. Sedangkan Rini sendiri baru bergabung di perusahaan tersebut pada 2011 ini.
Tantangan & Kebanggaan
Menggarap film yang memiliki tokoh terkenal seperti Tintin memiliki tantangan tersendiri. “Yang paling besar, adalah karena komiknya itu udah terkenal. Jadi orang-orang sudah familiar sama karakternya. Kita nggak bisa sembarangan mengubah ceritanya atau mengubah terlalu jauh dari aslinya,” tambahnya.
Penggarapan film ini juga memakan waktu yang tidak sebentar. “Animasinya sendiri, full production-nya mungkin sekitar setahun setengah. Tapi proyeknya sendiri sudah mulai sekitar empat tahun lalu. Tapi, untuk beberapa tahun pertama, mereka hanya mengerjakan ceritanya. Fokusnya adalah untuk mengerjakan storyboard sampai solid,” kata Rini.(ki-ka) Chris Lie, Rini Sugianto dan Henricus Kusbiantoro. Desainer asal Indonedia yang berhasil menorehkan karya di dunia internasional
Melihat nama orang Indonesia di film sebesar Tintin tentunya merupakan kebanggaan tersendiri, terutama bagi orang tua Rini yang sudah nonton film “The Adventures of Tintin” di Indonesia.
“Begitu dengar bakal main di Indonesia, langsung saya suruh nonton. Orang tua kebetulan memang bukan orang yang sering nonton film. Mungkin pertama kali dalam jangka waktu sepuluh tahun dan Tintin film pertama yang mereka tonton. Mereka cukup bangga akan melihat nama (Rini) di big screen,” ujar wanita yang hobi fotografi, travelling dan climbing ini..
Rini mengaku orang tuanyalah yang selalu mendukung segalanya dalam hal karier dan kehidupan. “Mereka mendukung sewaktu saya sekolah dan waktu saya ngambil keputusan untuk sekolah lagi di bidang animasi, dan orang tua saya waktu itu sama sekali nggak ngerti animasi itu apa. Tapi, mereka percaya kalau pilihan Rini akan membuat Rini bahagia. Mereka mendukung penuh mulai dari bayar sekolah sampai mencari pekerjaan,” tambah Rini.
Saat ini, Rini juga sedang menggarap animasi untuk film Hollywood lainnya. “Sekarang lagi ngerjain film “The Avengers,” jadi kalau pada nonton film “Thor” dan “Captain America” dulu, ada klip-klipnya untuk “The Avengers.” Ini gabungan semua superhero,” jelasnya.
Pesan Rini terutama kepada sesama animator adalah untuk tidak pernah putus asa dalam menggapai cita-cita. “Never give up. Kalau memang ada perusahaan yang animator-animator Indonesian mau tembus, pelajarin tipe animasi mereka dan buat animasi yang seperti tipe yang mereka kerjakan. Lama-lama akan terbuka peluangnya.”
Untuk kontak Rini di vilen13@gmail.com. Bagi yang ingin berkunjung website portofolio ataupun blog pribadinya silakan kunjungi di alamat http://www.triyani.com/ (website portofolio Rini Sugianto) atau http://www.vilenanimation.blogspot.com/ (personal blog Rini Sugianto).
the adventure of tintin di indonesiaproud wordpress com

Share Artikel Ini

Lihat Juga Yang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...